Menjaga Stabilitas Ekonomi November 2026: Pengendalian Inflasi dan Penguatan Ketahanan Ekonomi Kalimantan Tengah
Menjaga Stabilitas Ekonomi November 2026: Pengendalian Inflasi dan Penguatan Ketahanan Ekonomi Kalimantan Tengah
PALANGKA RAYA – Stabilitas ekonomi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Memasuki November 2026, dinamika perekonomian masih diwarnai tantangan pengendalian inflasi, perkembangan harga pangan, serta ketidakpastian kondisi ekonomi global. Situasi tersebut memerlukan sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Berdasarkan publikasi Bank Indonesia tanggal 2 November 2026, inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia pada Oktober 2026 tercatat sebesar 0,22 persen secara bulanan (month-to-month/mtm). Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) mencapai 3,23 persen, lebih rendah dibandingkan September 2026 sebesar 3,28 persen. Angka tersebut masih berada dalam sasaran inflasi nasional tahun 2026 sebesar 2,5±1 persen.
Sumber: Bank Indonesia, Inflasi IHK Oktober 2026 Tetap Terjaga, 2 November 2026.
Tantangan Pengendalian Inflasi
Meskipun inflasi nasional masih berada dalam rentang sasaran, perkembangan harga pangan tetap perlu menjadi perhatian. Bank Indonesia mencatat kelompok volatile food mengalami inflasi sebesar 0,77 persen secara bulanan pada Oktober 2026. Tekanan tersebut terutama dipengaruhi kenaikan harga cabai merah dan cabai rawit akibat penurunan produksi di sejumlah daerah sentra.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi pangan, khususnya dalam menghadapi potensi gangguan cuaca dan perubahan pola produksi pertanian.
Sumber: Bank Indonesia, Inflasi IHK Oktober 2026 Tetap Terjaga.
Perkembangan Inflasi Kalimantan Tengah
Di Provinsi Kalimantan Tengah, pengendalian inflasi memiliki tantangan tersendiri mengingat karakteristik wilayah yang luas, kondisi geografis, serta ketergantungan distribusi sejumlah komoditas pangan dari luar daerah.
Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah tanggal 1 Oktober 2026, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) Kalimantan Tengah pada September 2026 tercatat sebesar 5,02 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,51.
Jika dilihat berdasarkan wilayah pengukuran, inflasi tahunan tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas sebesar 6,00 persen, sedangkan inflasi terendah terjadi di Sampit sebesar 4,21 persen.
Sementara itu, berdasarkan perkembangan inflasi bulanan (month-to-month/mtm), Kalimantan Tengah mengalami inflasi sebesar 0,40 persen pada September 2026. Kabupaten Sukamara mencatat inflasi bulanan sebesar 1,03 persen, Sampit sebesar 0,62 persen, Kota Palangka Raya sebesar 0,40 persen, dan Kabupaten Kapuas sebesar 0,08 persen.
Perbedaan perkembangan inflasi antardaerah tersebut menunjukkan pentingnya pemantauan harga secara berkala dan penerapan kebijakan pengendalian yang mempertimbangkan karakteristik masing-masing wilayah.
Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Berita Resmi Statistik 1 Oktober 2026 dan Tabel Inflasi Bulanan Menurut Kabupaten/Kota IHK.
Memperkuat Sinergi Pengendalian Inflasi
Dalam menghadapi dinamika tersebut, pemerintah daerah perlu terus memperkuat koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Upaya pengendalian inflasi tidak hanya berorientasi pada pemantauan harga, tetapi juga mencakup penguatan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, serta komunikasi yang efektif kepada masyarakat.
Beberapa langkah strategis yang dapat terus diperkuat meliputi pelaksanaan operasi pasar dan pasar murah, pemantauan harga kebutuhan pokok, penguatan kerja sama antardaerah, peningkatan produksi pangan lokal, serta optimalisasi pemanfaatan anggaran pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran distribusi komoditas strategis.
Sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, instansi vertikal, pelaku usaha, distributor, dan pemerintah kabupaten/kota menjadi bagian penting dalam memastikan kebijakan pengendalian inflasi berjalan secara terpadu.
Upaya tersebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah melalui TPIP dan TPID dalam menjaga stabilitas harga serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sumber: Bank Indonesia, Inflasi IHK Oktober 2026 Tetap Terjaga.
Mendorong Ketahanan Ekonomi Daerah
Stabilitas harga perlu berjalan beriringan dengan penguatan aktivitas ekonomi masyarakat. Pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perdagangan, dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi ekonomi Kalimantan Tengah.
Data BPS Provinsi Kalimantan Tengah yang dirilis pada 1 Oktober 2026 menunjukkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan Kalimantan Tengah pada September 2026 meningkat sebesar 1,09 persen dibandingkan Agustus 2026, dari 139,53 menjadi 141,05. Peningkatan ini menjadi salah satu indikator positif perkembangan daya tukar petani.
Di sisi perdagangan luar negeri, ekspor Kalimantan Tengah selama Januari–Agustus 2026 tercatat sebesar US$2.373,14 juta atau meningkat 3,25 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Sementara itu, impor tercatat sebesar US$18,89 juta atau turun 24,44 persen.
Perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sektor produktif daerah, peningkatan nilai tambah komoditas unggulan, serta pengembangan akses pasar bagi pelaku usaha lokal.
Sumber: BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Berita Resmi Statistik 1 Oktober 2026.
Kolaborasi Menjadi Kunci
Memasuki November 2026, pemerintah daerah perlu terus memperkuat langkah antisipatif dalam menghadapi dinamika ekonomi, khususnya menjelang periode peningkatan kebutuhan masyarakat pada akhir tahun.
Melalui koordinasi lintas sektor, penguatan ketahanan pangan, pengawasan distribusi, dan pemberdayaan ekonomi lokal, Provinsi Kalimantan Tengah diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi daerah.
Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah berperan dalam mendukung koordinasi dan sinkronisasi kebijakan perekonomian daerah agar berbagai langkah strategis dapat berjalan secara terpadu, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan sinergi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan, stabilitas ekonomi diharapkan tidak hanya tercermin dari terkendalinya inflasi, tetapi juga dari meningkatnya daya beli, produktivitas, dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah.
DAFTAR REFERENSI
Bank Indonesia. (2026, 2 November). Inflasi IHK Oktober 2026 Tetap Terjaga. https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2823826.aspx
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. (2026, 1 Oktober). Berita Resmi Statistik: Perkembangan Inflasi, Nilai Tukar Petani, dan Perdagangan Luar Negeri Provinsi Kalimantan Tengah. https://kalteng.bps.go.id/id/pressrelease
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Tengah. (2026). Inflasi Bulanan Menurut Kabupaten/Kota IHK di Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026. https://kalteng.bps.go.id/id/statistics-table/2/NDQwIzI%3D/inflasi-umum-.html
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. (2026, 2 November). Ekonomi Indonesia Semakin Tangguh: Inflasi Terjaga, Manufaktur Terus Ekspansi, Surplus Neraca Dagang Berlanjut. https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/7195/ekonomi-indonesia-semakin-tangguh-inflasi-terjaga-manufaktur-terus-ekspansi-surplus-neraca-dagang-berlanjut
